Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_4_2.gif

Agro Industri, Non Agro Industri, dan Informasi Industri

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_5_1.gif

Retribusi Daerah, Bina Pasar, Sarana Dan Prasarana Pasar Daerah

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_6_1.gif

Distribusi, Pemberdayaan, Promosi dan Sarana Perdagangan

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_7_1.gif

Tera/Tera Ulang, Pengawasan, Dan Pemberdayaan

Kepokmas Juni 2026

Beras Premium
15.000 - 17.000
Beras Medium
12.000 - 14.000
Gula Pasir
17.000 - 18.000
Cabe Besar
25.000 - 35.000
Cabe Rawit Merah
32.000 - 40.000
Cabe Rawit Hijau
23.000 - 25.000
Bawang Merah
25.000 - 40.000
Bawang Putih
34.000 - 36.000
Minyak Goreng
15.700 - 24.000
Minyak Goreng Curah
19.500 - 21.000
Mentega
6.000 - 10.000
Daging Sapi
135.000 - 160.000
Daging Ayam
30.000 - 36.000
Telur Ayam
22.000 - .25.000
Jagung
7.000 - 10.000
Tepung Terigu
8.000 - 13.000
Minyak Tanah
13.000
Garam Yodium
-
Udang
60.000 - 80.000
Ikan Kembung
22.000 - 40.000
Mie Instan
2.800 - 3.000
Tempe
12.000 - 14.000
Tahu Mentah
10.000 - 16.000
Pisang
10.000 - 15.000
Jeruk
16.000 - 20.000
Mentega Batangan
6.000 - 13.000
Susu Frisian Flag
11.500 - 13.000
Susu Indomilk
10.000 - 13.000

WhatsApp Image 2020 10 13 at 104923

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan menyelenggarakan kegiatan pembinaan terhadap kelompok pengrajin batik, Senin (12/10/2020). Pembinaan yang diselenggarakan di gedung Ir Dalmadi itu diikuti 25 pengrajin batik yang tergabung dalam “Paguyuban Batik Bersemi”, serta dihadiri pula oleh pihak PD BPR BKK Purwodadi.
Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, selama ini, ada tiga persoalan utama yang dihadapi para pengrajin batik. Yakni, permodalan, daya saing dan pemasaran.

“Masalah permodalan ini memang salah satu kendala utama yang dihadapi para pengrajin batik. Untuk itu, tadi saya hadirkan pihak PD BPR BKK Purwodadi untuk membantu memfasilitasi akses permodalan ini,” katanya.
Kemudian, daya saing para pengrajin batik juga perlu ditingkatkan. Caranya dengan melakukan inovasi dan kreatifitas. Misalnya, membuat sebuah motif baru yang disesuaikan dengan perkembangan terkini.
“Jadi, jangan konvensional saja. Mungkin pakai computer, digital dan lainnya,” sambung mantan Kabag Perekonomian Setda Grobogan tersebut.
Persoalan selanjutnya adalah terkait pemasaran. Terkait masalah ini, pihak Disperindag akan berupaya agar para pengrajin batik bisa menjual barang secara kontinyu sehingga kelangsungan usahanya terus berjalan.
“Soal pemasaran ini memang jadi masalah besar bagi kalangan UMKM disamping soal modal. Untuk itu, kami sudah pasti akan berusaha semaksimal mungkin membantu mengatasi persoalan ini,” tegasnya. 

BUPATI GROBOGAN...
WABUP GROBOGAN
KEPALA DISPERIN...

Peraturan Dan Informasi

Renstra OPD

WBS Grobogan

Kuning_dan_Oranye_Playful_Organic_Warung_Banner_Lanscape_11zon.png

Lokasi Kantor

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_16_1.gif

Social Media Disperindag

joomla social share plugin

Youtube Chanel

Link Terkait

Disperindag Jateng
Kementrian ESDM
Kementrian Perdagangan
Asosiasi IKM Grobogan
Kementrian Perindustrian
Dalmadi Center
Pasar Id Pedagang

Pengunjung 

Hari ini 40

Kemaren 136

Minggu ini 383

Bulan ini 176

Keseluruhan 105724

Currently are 52 guests and no members online

DINAS_PERINDUSTRIAN__4_-removebg-preview.png

download-removebg-preview_7.png Jalan Ahmad Yani No.357, Purwodadi, Grobogan, Jateng, 58112.

Tertib_SIng_Tokcer-removebg-preview.png

Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top