Berita
-
Parent Category: Info
-
Category: Berita
-
Published: 23 September 2026

Godong – Pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis, pelaku usaha juga membutuhkan ruang untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, membangun jejaring, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
Semangat itulah yang terus dirawat oleh Paguyuban Batik, Tenun, dan Ecoprint Bersemi Kabupaten Grobogan. Melalui pertemuan rutin yang digelar secara berkala, para pelaku IKM batik, tenun, dan ecoprint memiliki ruang untuk saling menguatkan sekaligus membangun kolaborasi dalam mengembangkan produk industri kreatif daerah.
Pertemuan rutin Paguyuban Bersemi kembali digelar pada Rabu (23/9/2026) di Batik Sido Mukti, Desa Bugel, Kecamatan Godong. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Salah satu agenda yang menjadi bagian dari kegiatan adalah arisan anggota. Namun, di balik agenda tersebut, terdapat kegiatan yang tidak kalah penting, yakni “warna sari”, sebuah ruang untuk membahas beragam informasi, perkembangan kegiatan, isu, permasalahan, serta berbagai alternatif solusi yang berkaitan dengan keberlangsungan paguyuban dan usaha para anggotanya.
Dari Silaturahmi, Lahir Kolaborasi
Bagi pelaku IKM, forum seperti Paguyuban Bersemi memiliki arti penting. Tidak semua persoalan usaha dapat diselesaikan sendiri. Ada kalanya pelaku usaha membutuhkan informasi mengenai program pemerintah, berbagi pengalaman tentang produksi, mendiskusikan bahan baku, bertukar informasi pasar, hingga mendapatkan masukan dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dahulu menghadapi persoalan serupa.
Karena itu, pertemuan rutin menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan berbagai pengalaman dan perspektif.
Suasana kekeluargaan yang dibangun dalam paguyuban diharapkan dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan antar pelaku batik, tenun, dan ecoprint di Kabupaten Grobogan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa penguatan IKM perlu dilakukan secara bersama-sama dengan membangun ekosistem usaha yang saling mendukung.
“Pengembangan IKM bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana membangun jejaring, meningkatkan kemampuan, berinovasi, dan membuka peluang pasar. Paguyuban menjadi ruang yang sangat penting untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama,” ujar Pradana.
Menurutnya, batik, tenun, dan ecoprint merupakan bagian dari potensi industri kreatif daerah yang perlu terus dikembangkan. Selain memiliki nilai ekonomi, produk tersebut juga membawa kreativitas dan karakter lokal yang dapat menjadi identitas produk Grobogan.
Memperkuat Produk Lokal agar Semakin Berdaya Saing
Perkembangan tren fesyen dan produk kerajinan membuka peluang bagi pelaku batik, tenun, dan ecoprint untuk terus melakukan inovasi. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar dan meningkatkan kualitas produk.
Mulai dari desain, pemilihan bahan, teknik produksi, pewarnaan, kualitas hasil akhir, kemasan, hingga strategi pemasaran menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian.
Karena itu, forum Paguyuban Bersemi dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong para pelaku IKM agar tidak berhenti pada rutinitas produksi, tetapi terus melakukan pembaruan dan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.
“Yang kita dorong adalah bagaimana produk lokal tidak hanya dibuat, tetapi juga memiliki kualitas, karakter, dan nilai jual. Ketika kualitas meningkat dan pelaku IKM semakin mampu membaca pasar, maka peluang untuk memperluas pemasaran juga semakin terbuka,” lanjut Beliau.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Disperindag akan terus mendorong komunikasi dan sinergi dengan pelaku IKM. Berbagai informasi mengenai program, fasilitasi, pembinaan, maupun perkembangan kebijakan dapat disampaikan melalui ruang-ruang komunikasi seperti paguyuban.
Menjaga Tradisi, Membuka Peluang Baru
Batik dan tenun memiliki keterkaitan erat dengan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. Sementara ecoprint menghadirkan pendekatan kreatif yang memanfaatkan bentuk serta warna alami dari berbagai bagian tumbuhan.
Ketiganya memiliki karakter yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: sama-sama membutuhkan kreativitas, inovasi, ketekunan, dan kemampuan membaca perkembangan pasar.
Di sinilah keberadaan paguyuban menjadi penting. Pertemuan rutin tidak hanya menjaga hubungan antaranggota, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan pengetahuan, pengalaman, dan semangat kewirausahaan terus berkembang.
Bahkan, forum seperti ini dapat menjadi titik awal lahirnya berbagai bentuk kolaborasi antarpelaku IKM, baik dalam pengembangan produk, promosi, pemasaran, maupun kegiatan bersama lainnya.
“Kita ingin pelaku IKM tumbuh bersama. Ketika satu pelaku usaha berkembang, harapannya bisa ikut membuka ruang dan peluang bagi pelaku lainnya. Semangatnya bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun ekosistem industri yang saling menguatkan,” tegas Pradana.
Bersemi dari Grobogan untuk Pasar yang Lebih Luas
Nama “Bersemi” menjadi gambaran semangat yang ingin terus dibangun. Seperti tanaman yang membutuhkan perawatan agar tumbuh dan berkembang, IKM juga membutuhkan pendampingan, inovasi, jejaring, dan konsistensi agar mampu bertahan serta berkembang menghadapi perubahan zaman.
Pertemuan di Batik Sido Mukti menjadi salah satu gambaran bahwa penguatan industri daerah dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, dari komunikasi antarpelaku usaha, dan dari kemauan untuk saling berbagi.
Ke depan, keberadaan Paguyuban Batik, Tenun, dan Ecoprint Bersemi diharapkan semakin memperkuat jejaring pelaku IKM di Kabupaten Grobogan. Tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang belajar, bertukar informasi, membangun kolaborasi, dan mendorong lahirnya inovasi baru.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, batik, tenun, dan ecoprint Grobogan diharapkan semakin dikenal, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif dan perekonomian daerah.
Dari Bugel, semangat itu terus bersemi. Dari tangan para perajin, kreativitas Grobogan terus tumbuh. Dan dari kolaborasi, produk lokal diharapkan mampu melangkah semakin jauh.
Bersemi bersama, berinovasi bersama, tumbuh bersama.

-
Created: 23 September 2026
-
Last Updated: 23 September 2026
-
Hits: 157








