
Grobogan – Dalam rangka memperkuat pengembangan sektor industri pangan olahan berbasis UMKM, Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan menghadiri pertemuan Asosiasi Makanan Olahan “MAKO KITA” yang diselenggarakan,
pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Gedung Promosi Dalmadi Center. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha makanan olahan di Kabupaten Grobogan untuk mempererat silaturahmi, bertukar informasi, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pertemuan diawali dengan kegiatan Halal bi Halal sebagai momentum mempererat hubungan antar anggota pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, para pelaku UMKM saling berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen untuk terus berkembang di tengah tantangan dunia usaha.
Memasuki agenda inti, dilakukan pembahasan terkait persiapan keikutsertaan lomba kreasi olahan pangan berbasis bahan pangan alternatif yang akan diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Grobogan pada tanggal 17 April 2026 di Alun-Alun Purwodadi.
Dalam diskusi tersebut, para anggota MAKO KITA didorong untuk menghadirkan inovasi produk yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memanfaatkan bahan pangan lokal non-beras sebagai upaya mendukung program diversifikasi pangan.
Kepala Bidang Industri Disperindag Grobogan Sri Rahayu, S.E. menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi sarana promosi produk sekaligus ajang peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM mampu menunjukkan kualitas produk unggulan daerah serta meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Selain itu, pertemuan juga diisi dengan penyampaian informasi penting terkait rencana pelaksanaan pelatihan “Workshop dan Akselerasi Perizinan Pangan (PSAT dan Pangan Olahan)” yang akan difasilitasi oleh Technopark Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat proses perizinan usaha, khususnya dalam pemenuhan standar keamanan pangan seperti Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan izin edar pangan olahan.
Disperindag menekankan bahwa aspek legalitas merupakan faktor krusial dalam pengembangan usaha. Dengan memiliki izin yang lengkap, produk UMKM akan lebih mudah menembus pasar modern, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Agenda berikutnya adalah evaluasi keikutsertaan anggota dalam berbagai kegiatan promosi dan pemasaran, antara lain pameran di JIG Laksana, kegiatan Pasar Murah Tahun 2026, serta Gerakan Pangan Murah.
Dalam sesi evaluasi ini, dibahas berbagai capaian, kendala, serta strategi peningkatan partisipasi ke depan, termasuk aspek tampilan produk, kemasan, hingga strategi pemasaran yang lebih menarik dan kompetitif.
Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt., MP. dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan semangat para pelaku UMKM yang tergabung dalam MAKO KITA.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pendampingan dan fasilitasi guna mendorong kemajuan industri pangan olahan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena menjadi ruang yang efektif untuk membangun kolaborasi, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal. Disperindag akan terus mendorong UMKM agar tidak hanya mampu berinovasi, tetapi juga memenuhi aspek legalitas sehingga produknya siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi bahan baku lokal dalam menciptakan produk pangan alternatif yang bernilai tambah tinggi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dapat semakin kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal, sekaligus memanfaatkan setiap peluang promosi dan pelatihan yang difasilitasi pemerintah,” tambahnya.
Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, diharapkan industri pangan olahan di Kabupaten Grobogan dapat terus berkembang menjadi sektor unggulan yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ditutup dengan perkenalan anggota baru Asosiasi Makanan Olahan " MAKO KITA ", yang diharapkan dapat menambah semangat baru serta memperluas jejaring usaha antar pelaku industri makanan olahan di Kabupaten Grobogan.
Melalui kehadiran Bidang Industri Disperindag dalam kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM. Sinergi ini menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri pangan olahan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
