Print

Pasar Induk Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah diusulkan untuk dilakukan revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp160 miliar. Saat ini, pihak Pemkab Grobogan terus melengkapi persyaratan agar revitalisasi segera terealisasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan Pradana Setiawan menerangkan, pihaknya telah mengajukan proposal ke Pemerintah Pusat. Pihak Kementerian terkait pun telah melakukan observasi. “Saat ini baru proses pengajuan proposal ke pemerintah pusat. Sudah ada kunjungan atau observasi dari Kementerian PUPR dan kita diwajibkan memenuhi readiness criteria,” ujarnya, Sabtu (29/4/2023).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, pihaknya akan segera menyiapkan pasar darurat. Meski begitu, pihaknya belum bersedia menyebutkan lokasi tersebut. ”Nanti kita siapkan pasar daruratnya. Di mana lokasinya, kita belum bisa menyebutkan. Ada isu pasar mau dibangun, mau dipindah ke Agro (Pasar Agro Purwodadi) saja, pedagang sudah berlomba-lomba cari tempat, nanti bahaya,” ujarnya

 

Danis,memastikan akan menyiapkan aksesnya. Sehingga, nantinya pedagang tinggal menempati lokasi baru tersebut. ”Pedagang tinggal nempati saja. Akses-aksesnya kita yang buat,” katanya. Dia menyatakan pihaknya telah mengunci data pedagang. Sehingga, siapa saja yang bisa menempati bangunan baru nanti dipastikan merupakan para pedagang lama. ”Yang kita siapkan menata pedagang. Komoditasnya apa saja, sudah kita kunci data base-nya. Jadi yang sudah beraktivitas di Pasar Purwodadi semua dapat. Untuk meminimalisasi konflik-konflik, permasalahan yang ada,” paparnya. Sebelumnya diberitakan, Pasar Induk Purwodadi akan dibongkar. Hal itu setelah usulan pembangunan pasar Induk disetujui pemerintah pusat. Meski begitu, kapan waktu dimulainya pembongkaran belum diketahui.

Ada 11 readiness criteria yang perlu dilengkapi. Kesebelas itu yakni surat minat pembangunan atau revitalisasi pasar dari kepala daerah, proposal dan surat permohonan kepala daerah.